include "breadcrumb.php" ?>
Bukan Sekadar Nama di Organisasi
Eka Putra mengatakan tradisi merantau telah membuat masyarakat Tanah Datar tersebar di berbagai penjuru daerah. Diperkirakan sekitar 150 ribu orang Tanah Datar kini bermukim di luar kampung halaman.
Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah harus tetap menjaga hubungan dengan masyarakat yang berada di rantau.
Ia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Kami siap mendukung pembangunan Kota Tanjungpinang sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat perantauan,” katanya.
Di tengah pertemuan dengan para perantau, Eka Putra turut membawa kabar mengenai kondisi kampung halaman.
Ia menyampaikan bahwa proses pemulihan Tanah Datar pascabencana banjir bandang dan longsor terus berjalan. Sejumlah infrastruktur yang rusak mulai diperbaiki.
“Kami mengabarkan, di kampung halaman Alhamdulillah kondisi sudah membaik pascabencana alam. Sekarang semuanya sudah dalam proses recovery,” ujarnya.
Kepada pengurus IKTD yang baru dikukuhkan, Eka Putra mengingatkan bahwa organisasi sosial bukan ruang untuk mencari posisi, melainkan tempat mengabdi dan merangkul.
Ia meminta pengurus baru bersabar menghadapi berbagai masukan dan kritik dari anggota.
“Banyak bersabar, karena dalam organisasi sosial tentu banyak saran, masukan dan kritikan. Kami berharap pengurus yang baru bisa banyak bersabar dan terus merangkul seluruh warga Tanah Datar di sini,” katanya.
“Jangan Hanya Ramai Saat Pelantikan”
Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah bahkan mengingatkan pengurus IKTD agar tidak menjadikan pengukuhan sebagai puncak kegiatan organisasi.
Menurutnya, pengukuhan justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Pelantikan adalah penyerahan amanah jabatan dalam sebuah organisasi. Organisasi bukan tempat untuk meninggikan diri, melainkan ruang untuk memperbesar perhatian, khususnya kepada saudara-saudara keluarga besar Tanah Datar yang ada di perantauan,” ujarnya.
Lis menginginkan IKTD menjadi kekuatan sosial yang mampu mempererat persaudaraan, baik sesama masyarakat Tanah Datar maupun dengan masyarakat Tanjungpinang yang berasal dari beragam suku dan budaya.
Ia juga mengingatkan masyarakat Minangkabau di rantau untuk memegang filosofi dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang.
“Jangan sampai setelah pelantikan yang aktif hanya ketua, sekretaris dan bendahara. Jangan pula organisasi hanya ramai di pelantikan, tetapi sepi dalam perhatian,” tegasnya.
Lis berharap IKTD aktif dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan UMKM dan kepemudaan.
Ia juga menitipkan lima hal kepada pengurus baru: menjaga kekompakan dan nama baik organisasi, merangkul seluruh anggota, memperkuat kegiatan sosial dan ekonomi, membina generasi muda, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
“Jadikan IKTD sebagai rumah kita dan rumah para perantau. Rumah tempat orang berkumpul, yang tua memberikan petuah, yang muda memperoleh bimbingan, yang susah mendapatkan pertolongan dan yang berhasil ikut membantu saudaranya,” pungkasnya.
Rumah Gadang untuk Anak Kemenakan
Sementara itu, Ketua DPD IKTD Kota Tanjungpinang periode 2026–2031 yang baru dikukuhkan mengajak seluruh warga asal Tanah Datar memperkuat persatuan.
Ia menegaskan IKTD bukan milik ketua ataupun pengurus, tetapi milik seluruh masyarakat Tanah Datar di Tanjungpinang.
“IKTD bukan milik ketua seorang, tetapi milik kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga asal Tanah Datar yang ada di Kota Tanjungpinang ini untuk selalu menjaga kekompakan dan saling mendukung, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.
Salah satu agenda besar kepengurusan baru adalah mendorong pembangunan Rumah Gadang Tanah Datar atau Rumah Gadang Minangkabau di Tanjungpinang.
Rumah gadang itu nantinya diharapkan bukan hanya menjadi simbol keberadaan masyarakat Minangkabau di rantau, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan adat dan budaya kepada generasi muda.
“Kami merasa banyak generasi muda yang lahir di perantauan belum begitu memahami adat dan budaya Minangkabau. Karena itu, kami berharap rumah gadang ini nantinya dapat menjadi tempat belajar dan mengenalkan kembali adat budaya kita,” katanya.
Ia berharap cita-cita tersebut dapat diwujudkan melalui kekompakan seluruh keluarga besar Tanah Datar.
“Dengan kekompakan dan persatuan kita, mudah-mudahan cita-cita ini bisa menjadi kenyataan. Yang terpenting, anak kemenakan kita ke depan tidak lupa dengan adat dan budaya kita sebagai orang Minangkabau,” pungkasnya.
Selain Pengurus IKTD Kota Tanjungpinang periode 2026–2031, pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan Pengurus Gema IKTD Kota Tanjungpinang dan Limpapeh Rumah Nan Gadang Kota Tanjungpinang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tanjungpinang H. Raja Ariza bersama Ibu Hj. Handayani, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Gubernur Kepri periode 2016–2019 H. Nurdin Basirun, Dewan Penasehat DPP IKTD Marsma TNI Novla Mirsyah, Ketua Umum DPP IKTD H. Yuherman, Danlanud RHF Kolonel Pnb Agus Rohimat, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Forkopimda Kota Tanjungpinang, Direktur Operasional PT Bank Nagari Zilfra Efrizon serta undangan lainnya. (reyhan)
Eka Putra
Titip Perantau
ke Wali Kota
Tanjungpinang
Yang Menganggur
Tolong Dibantu
Eka Putra Titip Perantau ke Wali Kota Tanjungpinang: Yang Menganggur Tolong Dibantu
KabaSumbar - Ada pesan khusus yang dibawa Bupati Tanah Datar Eka Putra saat bertemu perantau di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Bukan sekadar soal silaturahmi atau organisasi. Di hadapan Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah dan jajaran Forkopimda, Eka Putra menitipkan satu hal yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat Tanah Datar di rantau: pekerjaan dan masa depan.
“Kepada Pak Wali Kota, kami titip warga kami yang ada di sini. Yang masih menganggur mudah-mudahan bisa mendapatkan pekerjaan, dan yang sudah menjadi pegawai bisa diberikan kesempatan untuk mengembangkan karier,” kata Eka Putra, Sabtu (5/9/2026) malam.
Pesan itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Tanjungpinang periode 2026–2031 di Pinang Harmoni KM 7, Tanjungpinang.
Sebelumnya, Bupati Eka Putra mengikuti rangkaian silaturahmi bersama perantau Tanah Datar di Batam. Dari Batam, ia melanjutkan perjalanan menuju Tanjungpinang.
Perjalanan melewati tiga pulau itu diakui cukup melelahkan. Namun, kehangatan sambutan keluarga besar Tanah Datar membuat rasa lelah tersebut seolah hilang.
“Walaupun lelah perjalanan melewati tiga pulau, begitu sampai di sini dan melihat semangat perantau, capek itu hilang. Luar biasa keakraban, kekompakan dan kerukunan perantau Tanah Datar di sini,” ujarnya.
Bagi Eka Putra, kekompakan seperti itulah yang harus terus dipelihara. IKTD diharapkan tidak menjadi organisasi eksklusif, melainkan rumah bersama seluruh masyarakat Tanah Datar di perantauan.
“Kita di perantauan adalah satu kesatuan di bawah naungan IKTD. Rangkul semua warga kita, baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas. Mari saling membantu dan saling mendukung,” pesannya.
Bukan sekadar soal silaturahmi atau organisasi. Di hadapan Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah dan jajaran Forkopimda, Eka Putra menitipkan satu hal yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat Tanah Datar di rantau: pekerjaan dan masa depan.
“Kepada Pak Wali Kota, kami titip warga kami yang ada di sini. Yang masih menganggur mudah-mudahan bisa mendapatkan pekerjaan, dan yang sudah menjadi pegawai bisa diberikan kesempatan untuk mengembangkan karier,” kata Eka Putra, Sabtu (5/9/2026) malam.
Pesan itu disampaikan Eka Putra saat menghadiri pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Tanjungpinang periode 2026–2031 di Pinang Harmoni KM 7, Tanjungpinang.
Sebelumnya, Bupati Eka Putra mengikuti rangkaian silaturahmi bersama perantau Tanah Datar di Batam. Dari Batam, ia melanjutkan perjalanan menuju Tanjungpinang.
Perjalanan melewati tiga pulau itu diakui cukup melelahkan. Namun, kehangatan sambutan keluarga besar Tanah Datar membuat rasa lelah tersebut seolah hilang.
“Walaupun lelah perjalanan melewati tiga pulau, begitu sampai di sini dan melihat semangat perantau, capek itu hilang. Luar biasa keakraban, kekompakan dan kerukunan perantau Tanah Datar di sini,” ujarnya.
Bagi Eka Putra, kekompakan seperti itulah yang harus terus dipelihara. IKTD diharapkan tidak menjadi organisasi eksklusif, melainkan rumah bersama seluruh masyarakat Tanah Datar di perantauan.
“Kita di perantauan adalah satu kesatuan di bawah naungan IKTD. Rangkul semua warga kita, baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas. Mari saling membantu dan saling mendukung,” pesannya.
Suasana pertemuan IKTD Tanjungpinang
Bukan Sekadar Nama di Organisasi
Eka Putra mengatakan tradisi merantau telah membuat masyarakat Tanah Datar tersebar di berbagai penjuru daerah. Diperkirakan sekitar 150 ribu orang Tanah Datar kini bermukim di luar kampung halaman.
Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah harus tetap menjaga hubungan dengan masyarakat yang berada di rantau.
Ia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang.
“Kami siap mendukung pembangunan Kota Tanjungpinang sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat perantauan,” katanya.
Di tengah pertemuan dengan para perantau, Eka Putra turut membawa kabar mengenai kondisi kampung halaman.
Ia menyampaikan bahwa proses pemulihan Tanah Datar pascabencana banjir bandang dan longsor terus berjalan. Sejumlah infrastruktur yang rusak mulai diperbaiki.
“Kami mengabarkan, di kampung halaman Alhamdulillah kondisi sudah membaik pascabencana alam. Sekarang semuanya sudah dalam proses recovery,” ujarnya.
Kepada pengurus IKTD yang baru dikukuhkan, Eka Putra mengingatkan bahwa organisasi sosial bukan ruang untuk mencari posisi, melainkan tempat mengabdi dan merangkul.
Ia meminta pengurus baru bersabar menghadapi berbagai masukan dan kritik dari anggota.
“Banyak bersabar, karena dalam organisasi sosial tentu banyak saran, masukan dan kritikan. Kami berharap pengurus yang baru bisa banyak bersabar dan terus merangkul seluruh warga Tanah Datar di sini,” katanya.
“Jangan Hanya Ramai Saat Pelantikan”
Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah bahkan mengingatkan pengurus IKTD agar tidak menjadikan pengukuhan sebagai puncak kegiatan organisasi.
Menurutnya, pengukuhan justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
“Pelantikan adalah penyerahan amanah jabatan dalam sebuah organisasi. Organisasi bukan tempat untuk meninggikan diri, melainkan ruang untuk memperbesar perhatian, khususnya kepada saudara-saudara keluarga besar Tanah Datar yang ada di perantauan,” ujarnya.
Lis menginginkan IKTD menjadi kekuatan sosial yang mampu mempererat persaudaraan, baik sesama masyarakat Tanah Datar maupun dengan masyarakat Tanjungpinang yang berasal dari beragam suku dan budaya.
Ia juga mengingatkan masyarakat Minangkabau di rantau untuk memegang filosofi dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang.
“Jangan sampai setelah pelantikan yang aktif hanya ketua, sekretaris dan bendahara. Jangan pula organisasi hanya ramai di pelantikan, tetapi sepi dalam perhatian,” tegasnya.
Lis berharap IKTD aktif dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, pemberdayaan UMKM dan kepemudaan.
Ia juga menitipkan lima hal kepada pengurus baru: menjaga kekompakan dan nama baik organisasi, merangkul seluruh anggota, memperkuat kegiatan sosial dan ekonomi, membina generasi muda, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
“Jadikan IKTD sebagai rumah kita dan rumah para perantau. Rumah tempat orang berkumpul, yang tua memberikan petuah, yang muda memperoleh bimbingan, yang susah mendapatkan pertolongan dan yang berhasil ikut membantu saudaranya,” pungkasnya.
Penampilan bundokanduang pada pengukuhan IKTD Tanjungpinang
Rumah Gadang untuk Anak Kemenakan
Sementara itu, Ketua DPD IKTD Kota Tanjungpinang periode 2026–2031 yang baru dikukuhkan mengajak seluruh warga asal Tanah Datar memperkuat persatuan.
Ia menegaskan IKTD bukan milik ketua ataupun pengurus, tetapi milik seluruh masyarakat Tanah Datar di Tanjungpinang.
“IKTD bukan milik ketua seorang, tetapi milik kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh keluarga asal Tanah Datar yang ada di Kota Tanjungpinang ini untuk selalu menjaga kekompakan dan saling mendukung, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.
Salah satu agenda besar kepengurusan baru adalah mendorong pembangunan Rumah Gadang Tanah Datar atau Rumah Gadang Minangkabau di Tanjungpinang.
Rumah gadang itu nantinya diharapkan bukan hanya menjadi simbol keberadaan masyarakat Minangkabau di rantau, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan adat dan budaya kepada generasi muda.
“Kami merasa banyak generasi muda yang lahir di perantauan belum begitu memahami adat dan budaya Minangkabau. Karena itu, kami berharap rumah gadang ini nantinya dapat menjadi tempat belajar dan mengenalkan kembali adat budaya kita,” katanya.
Ia berharap cita-cita tersebut dapat diwujudkan melalui kekompakan seluruh keluarga besar Tanah Datar.
“Dengan kekompakan dan persatuan kita, mudah-mudahan cita-cita ini bisa menjadi kenyataan. Yang terpenting, anak kemenakan kita ke depan tidak lupa dengan adat dan budaya kita sebagai orang Minangkabau,” pungkasnya.
Selain Pengurus IKTD Kota Tanjungpinang periode 2026–2031, pada kesempatan tersebut juga dikukuhkan Pengurus Gema IKTD Kota Tanjungpinang dan Limpapeh Rumah Nan Gadang Kota Tanjungpinang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tanjungpinang H. Raja Ariza bersama Ibu Hj. Handayani, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, Gubernur Kepri periode 2016–2019 H. Nurdin Basirun, Dewan Penasehat DPP IKTD Marsma TNI Novla Mirsyah, Ketua Umum DPP IKTD H. Yuherman, Danlanud RHF Kolonel Pnb Agus Rohimat, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Forkopimda Kota Tanjungpinang, Direktur Operasional PT Bank Nagari Zilfra Efrizon serta undangan lainnya. (reyhan)