Kabut Asap Sumbar Makin Pekat, 19 Hotspot dan Asap Kiriman Jadi Perhatian

Kabut Asap Sumbar Makin Pekat, 19 Hotspot dan Asap Kiriman Jadi Perhatian

KabaSumbar -- Kabut asap Sumbar menyelimuti sejumlah wilayah pada Senin, 7 September 2026. Padang dan Padang Pariaman ikut terdampak, sementara DLH Sumbar mencatat 19 titik panas di lima kabupaten.

DLH Sumbar mencatat lima hotspot di Dharmasraya, lima di Pesisir Selatan, lima di Sijunjung, tiga di Pasaman, dan satu di Limapuluh Kota. Data tersebut berasal dari pemantauan pada 1 sampai 3 September 2026 hingga pukul 14.00 WIB.

Kabut asap juga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi tetangga. Pemantauan pada periode yang sama mencatat 301 hotspot di Jambi, 229 di Riau, 13 di Bengkulu, 46 di Sumatera Utara, dan 2.422 di Sumatera Selatan.

Arah angin dan kondisi atmosfer menentukan pergerakan asap menuju Sumbar. Karena itu, kondisi udara di suatu daerah bisa berubah mengikuti perkembangan cuaca.

Di Kota Padang, pemantauan sebelumnya melalui AQMS Padang Pasir menunjukkan kualitas udara dalam kategori sedang.

Kondisi berbeda terlihat di Padang Pariaman. Pada 7 September 2026, Pemkab Padang Pariaman mencatat ISPU mencapai 149 dan masuk kategori tidak sehat.

Pemkab Padang Pariaman meminta warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga diminta mengurangi waktu berada di luar ruangan, terutama ketika kabut asap terlihat semakin tebal.

Anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung perlu membatasi aktivitas di luar rumah.

Pemerintah daerah juga mengingatkan Anda untuk tidak membakar sampah, jerami, atau lahan. Pembakaran terbuka dapat menambah sumber asap ketika kualitas udara sedang buruk.

Kondisi kabut asap Sumbar masih perlu dipantau. Perubahan arah angin, cuaca, dan aktivitas kebakaran di wilayah sekitar dapat memengaruhi kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

kabut asap Sumbar Padang hotspot karhutla kualitas udara Padang Pariaman lingkungan