include "breadcrumb.php" ?>
Sementara itu, Ketua Umum IKTD Kota Batam H. Arlon Veristo mengaku bahagia atas kehadiran Bupati Eka Putra beserta rombongan.
Bagi para perantau, pertemuan dengan pimpinan daerah dari kampung halaman bukan sekadar agenda silaturahmi. Ada kerinduan terhadap ranah yang seolah terobati ketika orang-orang dari Tanah Datar datang menyapa.
“Alhamdulillah, Pak Bupati bisa hadir memenuhi undangan kami. Ini merupakan sebuah kehormatan luar biasa bagi kami. Kehadiran Bapak dan rombongan juga menjadi penawar kerinduan kami terhadap kampung halaman,” ujarnya.
Arlon menegaskan, IKTD Kota Batam akan terus menjaga hubungan ranah dan rantau. Ia bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi itu berkomitmen memberikan kontribusi sesuai kemampuan untuk kemajuan Tanah Datar.
“Kami siap membantu pembangunan daerah dan terus memberikan dukungan untuk kemajuan kampung halaman,” tegasnya.
Silaturahmi itu akhirnya bukan hanya tentang bertemu dan berbincang. Ada pesan yang jauh lebih dalam: sejauh apa pun langkah dibawa rantau, kampung halaman tetap punya tempat.
Dan ketika ranah memanggil, rantau masih bersedia menjawab. (reyhan)
Ranah Memanggil
Rantau Menjawab
Eka Putra
Apresiasi
IKTD Kota Batam
Ranah Memanggil, Rantau Menjawab: Eka Putra Apresiasi IKTD Kota Batam
KabaSumbar - Orang Minang boleh lama di rantau. Membangun kehidupan, mengejar cita-cita, dan mencari rezeki jauh dari tanah kelahiran. Namun, ketika ranah membutuhkan, hati tetap pulang.
Itulah yang dirasakan Bupati Tanah Datar Eka Putra terhadap keluarga besar Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Batam. Meski berada jauh dari kampung halaman, kepedulian para perantau terhadap Tanah Datar tak pernah putus. Bahkan, ketika bencana datang dan masyarakat membutuhkan pertolongan, rantau ikut turun tangan.
Apresiasi itu disampaikan Eka Putra saat bersilaturahmi sekaligus berdiskusi bersama Ketua Umum IKTD Kota Batam H. Arlon Veristo, Sekretaris Umum Aditya Gucci dan jajaran pengurus IKTD Kota Batam, Jumat (4/9/2026), di Baba Restaurant, Batam City.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Bagi Eka Putra, perhatian perantau bukan sekadar bantuan. Lebih dari itu, ia merupakan bukti bahwa hubungan ranah dan rantau masih kokoh, meski dipisahkan jarak.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Tanah Datar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada saudara-saudara kita yang berada di bawah naungan IKTD Kota Batam. Selama ini telah banyak partisipasi dan bantuan yang diberikan untuk pembangunan daerah, terutama ketika masyarakat kita tertimpa musibah,” ujar Eka.
Ia mengakui, dalam kondisi darurat, bantuan dari rantau menjadi penopang penting bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.
“Jujur saja, bantuan yang diberikan oleh saudara-saudara kami dari sini sangat membantu meringankan beban warga yang sedang mengalami musibah. Kepedulian seperti ini merupakan bentuk nyata hubungan yang kuat antara ranah dan rantau,” katanya.
Bagi Tanah Datar, kata Eka, perantau bukan sekadar orang-orang yang meninggalkan kampung untuk mengadu nasib. Mereka adalah bagian dari kekuatan daerah yang terus tumbuh di berbagai penjuru.
Kontribusinya pun tak hanya terasa saat bencana. Di berbagai nagari, tangan-tangan perantau ikut hadir dalam pembangunan, kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Peran perantau tentu sangat besar dalam mendukung berbagai pembangunan. Selama ini sudah banyak bantuan yang diberikan untuk nagari. Tidak hanya dari IKTD Kota Batam, tetapi juga dari perantau Tanah Datar yang tersebar di berbagai daerah, bahkan di seluruh dunia,” ungkapnya.
Karena itu, Eka Putra berharap hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat rantau tidak berhenti pada momentum tertentu. Komunikasi harus terus dijaga, informasi harus terus bertukar, dan kolaborasi harus terus dibangun.
Sebab, menurutnya, kekuatan Tanah Datar tidak hanya berada di ranah. Sebagian kekuatan itu justru tumbuh jauh di rantau dan suatu ketika kembali memberi manfaat untuk kampung halaman.
Eka Putra juga menyampaikan doa bagi para perantau Tanah Datar di Kota Batam agar selalu diberi kesehatan, kelancaran usaha dan keberkahan rezeki.
“Saya mendoakan semoga saudara-saudara kita yang ada di sini selalu diberikan kesehatan, dilancarkan segala usahanya dan dilimpahkan rezekinya oleh Allah SWT,” tutur Eka.
Itulah yang dirasakan Bupati Tanah Datar Eka Putra terhadap keluarga besar Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Batam. Meski berada jauh dari kampung halaman, kepedulian para perantau terhadap Tanah Datar tak pernah putus. Bahkan, ketika bencana datang dan masyarakat membutuhkan pertolongan, rantau ikut turun tangan.
Apresiasi itu disampaikan Eka Putra saat bersilaturahmi sekaligus berdiskusi bersama Ketua Umum IKTD Kota Batam H. Arlon Veristo, Sekretaris Umum Aditya Gucci dan jajaran pengurus IKTD Kota Batam, Jumat (4/9/2026), di Baba Restaurant, Batam City.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Bagi Eka Putra, perhatian perantau bukan sekadar bantuan. Lebih dari itu, ia merupakan bukti bahwa hubungan ranah dan rantau masih kokoh, meski dipisahkan jarak.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat Tanah Datar, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada saudara-saudara kita yang berada di bawah naungan IKTD Kota Batam. Selama ini telah banyak partisipasi dan bantuan yang diberikan untuk pembangunan daerah, terutama ketika masyarakat kita tertimpa musibah,” ujar Eka.
Ia mengakui, dalam kondisi darurat, bantuan dari rantau menjadi penopang penting bagi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan.
“Jujur saja, bantuan yang diberikan oleh saudara-saudara kami dari sini sangat membantu meringankan beban warga yang sedang mengalami musibah. Kepedulian seperti ini merupakan bentuk nyata hubungan yang kuat antara ranah dan rantau,” katanya.
Bagi Tanah Datar, kata Eka, perantau bukan sekadar orang-orang yang meninggalkan kampung untuk mengadu nasib. Mereka adalah bagian dari kekuatan daerah yang terus tumbuh di berbagai penjuru.
Kontribusinya pun tak hanya terasa saat bencana. Di berbagai nagari, tangan-tangan perantau ikut hadir dalam pembangunan, kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Peran perantau tentu sangat besar dalam mendukung berbagai pembangunan. Selama ini sudah banyak bantuan yang diberikan untuk nagari. Tidak hanya dari IKTD Kota Batam, tetapi juga dari perantau Tanah Datar yang tersebar di berbagai daerah, bahkan di seluruh dunia,” ungkapnya.
Karena itu, Eka Putra berharap hubungan pemerintah daerah dengan masyarakat rantau tidak berhenti pada momentum tertentu. Komunikasi harus terus dijaga, informasi harus terus bertukar, dan kolaborasi harus terus dibangun.
Sebab, menurutnya, kekuatan Tanah Datar tidak hanya berada di ranah. Sebagian kekuatan itu justru tumbuh jauh di rantau dan suatu ketika kembali memberi manfaat untuk kampung halaman.
Eka Putra juga menyampaikan doa bagi para perantau Tanah Datar di Kota Batam agar selalu diberi kesehatan, kelancaran usaha dan keberkahan rezeki.
“Saya mendoakan semoga saudara-saudara kita yang ada di sini selalu diberikan kesehatan, dilancarkan segala usahanya dan dilimpahkan rezekinya oleh Allah SWT,” tutur Eka.
Rindu yang Terobati
Sementara itu, Ketua Umum IKTD Kota Batam H. Arlon Veristo mengaku bahagia atas kehadiran Bupati Eka Putra beserta rombongan.
Bagi para perantau, pertemuan dengan pimpinan daerah dari kampung halaman bukan sekadar agenda silaturahmi. Ada kerinduan terhadap ranah yang seolah terobati ketika orang-orang dari Tanah Datar datang menyapa.
“Alhamdulillah, Pak Bupati bisa hadir memenuhi undangan kami. Ini merupakan sebuah kehormatan luar biasa bagi kami. Kehadiran Bapak dan rombongan juga menjadi penawar kerinduan kami terhadap kampung halaman,” ujarnya.
Arlon menegaskan, IKTD Kota Batam akan terus menjaga hubungan ranah dan rantau. Ia bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi itu berkomitmen memberikan kontribusi sesuai kemampuan untuk kemajuan Tanah Datar.
“Kami siap membantu pembangunan daerah dan terus memberikan dukungan untuk kemajuan kampung halaman,” tegasnya.
Silaturahmi itu akhirnya bukan hanya tentang bertemu dan berbincang. Ada pesan yang jauh lebih dalam: sejauh apa pun langkah dibawa rantau, kampung halaman tetap punya tempat.
Dan ketika ranah memanggil, rantau masih bersedia menjawab. (reyhan)